SOLUSI CERDAS TERPERCAYA Jadilah cahaya. Jadilah binar dalam gelap. Jadilah inspirasi yang membuat perbedaan besar Mari ringankan beban saudara kita korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, khususnya keluarga besar CU Mosinggani. Salurkan donasi Anda melalui ke Bank Mandiri Nomor Rek.146-00-0099787-9 atas nama Puskopdit BKCU Kalimantan

Credit Union Kasih Sejahtera

Credit Union Wilayah Nusa Tenggara Timur

Selamat Datang Di Credit Union Kasih Sejahtera


Kami merupakan CU yang memberikan pelayanan di wilayah Nusa Tenggara Timur sejak 2010
dan saat ini telah memiliki 9 tempat pelayanan/kantor pelayanan

Informasi Umum

No. Badan Hukum: 07/BH/XXIX.2/IX/2008
Tanggal Berdiri: 8 Juni 2007
Tanggal Bergabung: 5 Oktober 2010
Jumlah Tempat Pelayanan / Kantor Pelayanan: 9

No. Telepon: 038922185
No. Handphone: 081239824235
Email: [email protected]
Website: www.cukasihsejahtera.org

Kode Pos: 85711
Alamat:
Jalan Maromak Oan No.1 RT.17/RW.04, Atambua, Kota Atambua, Belu, Nusa Tenggara Timur

Deskripsi Credit Union Kasih Sejahtera

Deskripsi umum mengenai Credit Union Kasih Sejahtera

Profil Credit Union 

Salah satu bagian dari buku “30 Tahun Puskopdit BKCU Kalimantan Create Value for Peoples and Community” adalah profil singkat 43 credit union anggota Puskopdit BKCU Kalimantan. Untuk kepentingan gerakan kita bersama, mohon dengan sangat agar data ini dapat diisi dengan benar. Data kami terima paling lambat tanggal 30 Juni 2018. Jika tidak ada data yang masuk, maka CU nya tidak akan dimuat dalam buku “30 tahun Puskopdit BKCUK”
Mohon bantuan Bapak/Ibu/Romo/Bruder/Suster untuk dapat menuliskan profil singkat credit union masing-masing. Satu credit union maksimal 2 halaman A4 atau sekitar 1.000 kata; dengan memuat hal-hal berikut ini.
1. Nama CU : Kasih Sejahtera
2. No.Badan hukum : 07/BH/XXIX.2/IX/2008, PAD 2015 : 05/PAD/BH/XXIX/IV/2015
3. NIK : 5306060020065
4. Alamat lengkap : Jl. Maromak Oan No 1, Atambua – Belu – NTT. Kode Pos 85711, No HP;
081239824235, Email: [email protected], website;
www.cukasihsejahtera.org
5. Sejarah singkat pendirian:
- Mengapa CU didirikan?
a. Refleksi Sidang KWI Nopember 2006.
Pembelajaran hari-hari refleksi sidang KWI Nopember 2006 menghasilkan Nota Pastoral Konferensi Waligera Indonesia (KWI) 2006 berjudul: HABITUS BARU: EKONOMI YANG BERKEADILAN. Para Uskup menjadikan Nota Pastoral 2006 ini sebagai bahan penting proses pembelajaran dan penghayatan iman dalam dimensi sosial-ekonomi. Selain itu atas dasar proses pembelajaran itu diharapkan kelompok-kelompok umat basis bekerja sama dengan semua orang yang berkehendak baik dan berlangkah bersama menjadi pelopor dan penggerak usaha ekonomi berkeadilan yang menyejahterakan lingkungan sekitarnya.
Dari hasil sharing, para Uskup juga menyadari bahwa sudah ada sejumlah inisiatif yang patut dijadikan dasar untuk membangun lebih lanjut perekonomian rakyat, misalnya Komunitas Basis Gerejawi, Aksi Puasa Pembangunan (APP), Hari Pangan Sedunia (HPS) dan Koperasi-koperasi umat antaranya Koperasi Kredit dan Credit Union (CU). Koperasi-koperasi Umat hendaknya dikelola sebagai bentuk usaha bersama yang memperhatikan secara khusus kelompok warga miskin yang berpotensi dan mampu secara aktif melakukan usaha ekonomi tetapi tidak memiliki modal. ( Nota pastoral KWI 2006 hal 40-41)
Pada saat itu juga disharingkan bahwa Credit Union (CU) yang dikembangkan di Kalimantan cukup berkembang baik dan menjadi tempat pembelajaran bagi banyak koperasi dan Credit Union di Indonesia ini.
Sharing sidang KWI itu diinformasikan oleh uskup Atambua, Mgr. Anton Pain Ratu,SVD ketika membawakan arahan pada pembukaan sidang Dewan Pastoral Keuskupan Atambua (KA) di Emaus, 26-30 November 2006. Setelah menyampaikan arahannya, Uskup Anton meminta Panitia Pengembangan Sosial Ekonomi (PPSE) Keuskupan Atambua sebagai perangkat gereja yang membidangi social ekonomi untuk mengupayakan adanya lembaga CU paradigm baru itu. Rm Urbanus Hala,Pr adalah ketua komisi Pengembangan Sosial Ekonomi ( PSE) Keuskupan Atambua sekaligus sebagai direktur Panitia Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Atambua (PPSE-KA).
b. Rencana Magang di Pontinak- Kalimantan Barat.
Menindaklanjuti amanat sidang DPK itu, pada hari Senin, tanggal 29 Januari 2007 Rm. Urbanus Hala,Pr selaku ketua Panitia Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Atambua (PPSE-KA) bertatap muka dengan Mgr. Anton Pain Ratu,SVD di ruang kerjanya. Ada dua point yang dibicarakan dengan Mgr Anton Pain Ratu SVD.
Pertama: Rencana PPSE KA untuk merehap gedung berlantai dua yang menjadi milik KPRK Keuskupan Atambua dan dapat digunakan oleh PPSE KA sebagai gudang( Lantai 1) dan aula pertemuan ( lantai 2).
Kedua: mohon restu dari bapak Uskup agar bisa mengirim tiga (3) orang untuk mengikuti magang Credit Union di Pontianak –Kalimantan Barat. Dan Rm Urbanus Hala Pr mengusulkan agar seorang dari PPSE KA, seorang dari Ekonom Keuskupan Atambua dan seorang lagi dari Puspas Keuskupan Atambua. Bapak uskup Anton Pain Ratu SVD mendukung agar PPSE KA merehap gedung KPRK dengan dana dari PPSE KA dan mendukung untuk mengirim 3 orang mengikuti magang di Pontianak sesuai usulan Rm Urbanus Hala pr.
Seusai pertemuan dengan bapak Uskup, Rm Urbanus Hala berbicara dengan Rm Vinsen Naben Pr agar dari Ekonom keuskupan dapat mengirimkan satu orang. Dan Rm Vinsen Naben, Pr mengusulkan agar Rm Crisantus Lake Pr, sebagai ekonom lll mewakili ekonom Keuskupan Atambua. Usulan ini juga medapat dukungan dari Ekonom 1 Keuskupan Atambua P. Niko Buku SVD.

Pada tanggal 30 Januari 2006 Rm Urbanus Hala Pr dan Rm Vinsen Naben Pr menghadap Uskup Anton Pain Ratu SVD dan mohon restu agar mengijinkan Rm Crisantus Lake Pr untuk mengikuti magang Credit Union di Pontianak- Kalimantan Barat. Dan bapak Uskup mengatakan “kalau itu untuk kepentingan orang banyak mengapa tidak”. Jawaban ini cukup melegahkan dan membuat kami lebih yakin bahwa ada dukungan dari Keuskupan. Mengenai siapa yang akan mewakili Puspas, Bapak Uskup meminta kami untuk membicarakan dengan P. Yustus Asa, SVD sebagai Vikaris Jenderal dan sekaligus PLH Puspas Keuskupan Atambua.
Usai tatap muka dengan bapak Uskup, selanjutnya Rm. Urbanus, Rm Vinsen Naben dan bapak Nikolaus Tnano sekretaris Umum Puspas KA melakukan pendekatan dengan Vikaris Jenderal Keuskupan Atambua selaku PLH Puspas untuk meminta agar seorang staf Puspas juga menjadi peserta magang di Pontianak. Pater Yustus segera melakukan pertemuan dengan beberapa Staf Puspas dan akhirnya mengijinkan saudara Herman Abatan mengikuti proses magang CU.
Dari PPSE KA, Rm Urbanus menawarkan Bapak Kristoforus Eduk yang saat itu sebagai ketua program Pertanian, kerja sama PPSE KA dengan Misereor- Jerman. Walaupun beliau menolak dan mengusulkan orang lain namun Rm Urbanus Hala, Pr tetap meminta kesediaannya untuk mengikuti Magang. Akhirnya secara definitp Rm. Crisantus Lake pr, Bapak Herman Abatan dan Bapak Kristoforus Eduk bersedia untuk mengikuti magang di Pontianak sebagai utusan dari Keuskupan Atambua.
Selanjutnya Rm. Urbanus Hala, Pr mulai melakukan koordinasi dengan semua pihak terkait di Pontianak antaranya: Bapak Frans Laten, Manager BK3D Kalimantan dan Rm Blino Pr untuk memfasilitasi team magang dari keuskupan Atambua. Rm Urbanus juga bersurat agar biaya magang belum dibayar saat ini tapi akan dibayar setelah magang khususnya penginapan di Rumah Pusat Imam Projo Keuskupan Pontianak. Sedang biaya transportasi tiket pesawat Kupang dan Pontianak serta makan minum selama kegiatan magang di Pontianak dipinjam dari Ekonom Keuskupan Atambua oleh Rm. Urbanus Hala, Pr atas nama pribadi sebanyak Rp. 10.000.000.-
c. Keberanian ekstra dan Proses magang.
Keadaan sungguh tidak menyenangkan saat itu. Cuaca buruk meliputi seantero Nusantara. Keselamatan perjalanan lewat udara dan laut sangat diragukan. Manakala, hujan tiada hentinya. Banjir bandang terjadi di mana-mana. Dalam suasana iklim tak bersahabat itu, Indonesia dikagetkan dengan jatuh dan hilangnya pesawat udara Adam Air dengan ratusan penumpang. Bukan Cuma itu, pesawat Merpati tergelincir lalu jatuh hingga patah di Bandara Jogyakarta. Juga berangkat dengan anggaran yang amat memprihatinkan dengan mengandalkan semata-mata upaya Rm. Urbanus Hala,Pr selalu ketua PPSE-KA. Meskipun dalam keadaan yang serba memprihatinkan itu, semangat perjalanan tidak pernah pudar.
Dalam kekalutan batin saat itu, pada akhirnya keberanian ekstra muncul juga. Tiga utusan ini pun menyanggupi keberangkatan hingga tiba di Pontianak pada tanggal 6 Februari 2007. Di sana team magang menginap di Pastoral Paroki di Jalan Pancasila Pontianak yang adalah rumah Pusat Imam Projo berkat dukungan fasilitasi Rm. Blino,Pr. Keesokan harinya, 7 Februari peserta magang ini menemui Manajer BK3D Kalimantan (saat ini BKCUK), Fransiskus Laten,SE. Pertemuan yang cukup singkat itu berujung pada penunjukkan CU Pancur Kasih sebagai tempat magang.
Proses magang pun berjalan. Awalnya agak sulit untuk menyesuaikan diri. Bingung memang. Apa yang harus diteliti dan dipelajari. Lantaran berhubung magang gratis jadi tidak disiapkan fasilitator khusus. Semuanya harus outodidak.
Di Siantan Kantor pusat CU Pancur Kasih, tiga utusan ini diserahkan kepada bapak Kamusi staf diklat manajemen. Lalu beliau menghantar team magang untuk melihat sepintas ruangan-ruangan yang, melihat aktivitas harian, bertemu staf dan pengurus yang kebetulan ada di kantor. “Silahkan belajar dengan cara melihat, membaca, menemukan dan bertanya jika perlu. Kiranya suatu saat harapan dari Atambua bisa terjawab di sini” ujar Kamusi yang setiap pagi memfasilitasi transport dengan mobil pribadinya.
Dengan keterbatasan yang ada, peserta magang ini berjuang untuk mengikuti proses aktivitas CU Pancur Kasih. Mulai mempelajari urusan kepengurusan, Pengawasan dan manajemen. Bermodalkan keberanian dan rasa ingin tahu, maka dari ketidaktahuan berjuang untuk tahu dan terampil. Agak menguntungkan bahwa kadang-kadang, team dilibatkan dalam rombongan pendamping RAT TB 2006 seperti ke TP Menjalin; Karangan; Sungai Durian; Kayu tanam,dll. Di sana hadir sebagai pengamat atau peninjau proses RAT tetapi menjadi pembelajaran yang sungguh menyenangkan.
Rutinitas aktivitas itu berjalan. Tanpa disadari telah sebulan berlalu. Tepatnya tanggal 12 Maret, seusai sidang pengurus inti Komisi PSE KWI di Jakarta, sebagai bentuk tanggung jawab yang besar, Rm. Urbanus Hala,Pr sekertaris ll Komisi PSE KWI dan Sekretaris Eksekutif Komisi PSE KWI, Rm. Stefanus Bijanta CM, berkunjung ke Pontianak untuk memantau dan sekaligus menjemput utusan magang untuk kembali Ke Atambua. Saat itu kami mendapat gambaran dari bapak Kamusi dan bapak A.R. Mecer, tentang kualitas hasil magang dan bisa dilakukan rencana tindak lanjut.
Rencana tindak lanjut magang tersebut dibahas serius dalam sebuah audensi di rumah kediaman bapak A.R. Mecer. Di sana muncul kesepakatan bahwa bagaimana pun Lembaga CU Tata Kelola Profesional harus berdiri di Keuskupan Atambua. Dan biasanya pembukaan CU itu diawali dengan sebuah proses Lokakarya Rencana Strategis (Renstra) yang difasilitasi oleh tim BK3D Kalimantan.
d. Renstra sebagai Cikal bakal
Berangkat dari kesepakatan di Pontianak, maka terlaksanalah Lokakarya Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) pembentukan CU tingkat Keuskupan Atambua yang didampingi oleh tim BK3D Kalimantan dan sekretaris Eksekutif PSE-KWI. Para pendamping itu masing-masing adalah Drs. A.R. Mecer; Drs. Stefanus Masiun; Frans Laten,SE; Edy Susanto,SE dan Rm. Stefanus Bijanta, CM. dan beberapa penggerak CU di Kalimantan antaranya Bapak Don Bulor,……..
Persoalan muncul di sini. Biaya lokakarya yang signifikan tidak ada. Sulit memang. Tapi dengan posisi sebagai Ketua komisi PSE Keuskupan Atambua dan sekertaris ll pengurus Inti Komisi PSE KWI maka Rm Urbanus Hala, Pr membuat proposal tentang “Animasi Sosek Paroki Sekeuskupan Atambua” ke dana APP Nasional sebanyak Rp 60.000.000 (4 proposal). Dengan dana ini maka dapat dirancang Renstra CU yang akan terjadi di Emaus, pada tanggal 5 - 8 Juni 2007 . Kegiatannya dikemas dalam 2 tahap yakni tahap pertama, berlangsung tanggal 5 Juni 2007, dihadiri oleh 220 peserta yang terdiri dari Uskup Atambua, Mgr.Anton Pain Ratu,SVD ; para deken; Pastor Paroki; Pastor Pembantu; para pimpinan biara/komunitas; pimpinan Lembaga pendidikan, Bupati Belu, Drs. Joachim Lopez; wakil Ketua DPRD Belu, Taolin Ludovikus,BA; utusan Dinas Koperasi Kab.Belu dan para ketua koperasi yang sudah “hidup” di wilayah Keuskupan Atambua. Kegiatan tahap pertama ini dimaksudkan sebagai” Sosialisasi dan kesempatan untuk memperoleh masukan/input dan dukungan” dari berbagai pihak untuk mendirikan Credit Union di Keuskupan Atambua dalam jaringan dengan BKCU Kalimantan.
- Siapa para pendirinya?
Proses renstra pada tanggal 5 (sore) s.d. 8 Juni 2007 dihadiri oleh 92 orang utusan/peminat yang sekaligus menjadi pendiri CU-KS. Renstra yang berlangsung di wisma Emaus itu memuncak dengan berdirinya CU Kasih Sejahtera pada tanggal 8 Juni yang dikukuhkan oleh Mgr. Anton Pain Ratu,SVD. Dan pada hari itu, tanggal 8 Juni 2007 berhasil merekrut anggota sebanyak 42 orang.
- Lembaga mana saja yang terlibat dalam pendirian?
Lembaga yang terlibat dalam pendirian CU Kasih Sejahtera adalah Keuskupan Atambua melalui PSE Keuskupan Atambua
- Siapa para pengurus, pengawas dan manajemen pertama?
Pengurus
Rm. Urbanus Hala, Pr ( Ketua )
Herman Abatan, S.Pd, MA (Wakil Ketua I)
Rm. Leonardus Edel Asuk, Pr ( Wakil Ketua II )
Rm. Vinsen Naben, Pr ( Bendahara )
Herman Abatan, S.Pd, MA ( Sekretaris )
Pengawas :
Rm. Crisantus Lake, Pr ( Ketua )
Yosef M.L. Hello ( Sekretaris )
Nikolaus Tnano ( Anggota )
Rm Yanuarius Seran, Pr
Drs. Vinsensius Loe
Manajemen
1. Kristoforus Eduk
2. Dionisius Hale, SE
3. Regina Halek, A.Md
4. Bibiana Amsikan, SS
- Dimana lokasi kantor pertama? Sertakan fotonya
Kantor PSE – Keuskupan Atambua , Jl. Maromak Oan No.1 Atambua - Belu
- Visi, misi, motto/slogan awal?
Visi ;
Lembaga keuangan umat katolik Keuskupan Atambua yang terpercaya, melayani dengan kasih persaudaraan, berdasarkan nilai – nilai dan prinsip – prinsip Credit Union
Misi;
Mensejahterakan anggota melalui pendidikan dan pelatihan, sehingga terjadi perubahan cara piker dan bertindak, yang menghasilkan kebiasaan dan watak baru, agar mampu mengelola kehidupannya secara cerdas dan bijaksana disertai pelayanan keuangan yang professional
Slogan;
Mandiri dalam kasih sejahtera
- Dimana saja wilayah pelayanan?
Wilayah Pengembangan CU Kasih Sejahtera meliputi 2 (dua) Kabupaten Yaitu Belu, Timor Tengah Utara,
6. Bagaimana kondisi awal CU?
- sajikan data LKSB awal: anggota, aset, pinjaman, SHU, piutang beredar, modal lembaga, PEARLS, jumlah TP, jumlah staf, dll
a. Anggota : 753 orang
b. Asset : 5.637.944.239
c. Piutang beredar : 2.665.187.300
d. SHU : 53.302.810
e. Modal Lembaga : 77.727.810
f. Pearls :
g. Jumlah TP : 1 (satu) TP
h. Jumlah staf :
7. Bagaimana kondisi terbaru (Juni 2018) CU:
- Visi, misi, motto, nilai-nilai inti
VISI ;
“MENJADI LEMBAGA PEMBERDAYAAN YANG TERPERCAYA DAN PROFESIONAL BERBASIS KOMUNITAS DI WILAYAH KEUSKUPAN ATAMBUA”

MISI ;
“MENJADI LEMBAGA PEMBERDAYAAN YANG TERPERCAYA DAN PROFESIONAL BERBASIS KOMUNITAS DI WILAYAH KEUSKUPAN ATAMBUA”
NILAI – NILAI INTI
a) HUSAR IDA BINAN IDA - NEKAF MESE ANSAOF MESE
b) HAKAWAK – T’MEUP TABUA
c) HAKNETER HAKTAEK – TMA’UP PANIM PAIN
d) LARAN LUAN – NEK ME’U ANSAO MEU
e) TULUN MALU – TMA’FITI MATULUN